Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

PASURUAN, 27 Juli 2026 – Upacara bendera di SMK Queen Zam Zam kembali diisi dengan pesan moral yang kuat dan menyentuh hati. Bertindak sebagai petugas upacara pada kesempatan ini adalah murid-murid kelas XII TKR, yang tampil rapi dan disiplin dalam menjalankan tugasnya. Di upacara bendera kali ini pihak sekolah mengangkat isu krusial mengenai pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan satuan pendidikan, mengajak seluruh murid untuk lebih peduli, menjaga lisan, dan saling menguatkan antar-sesama pelajar.

Dalam amanat yang disampaikan oleh Ibu Milatun Nikmah, S.Psi selaku pembina upacara, para murid diajak merenungkan dampak nyata dari tindakan perundungan yang seringkali dianggap sepele. Kasus-kasus murid yang terpaksa berhenti sekolah atau mengalami luka psikologis mendalam akibat ejekan dan perundungan harus menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang kembali.
“Bercanda itu kalau semua tertawa. Kalau ada yang diam, ada yang tersenyum terpaksa, atau pulang dengan hati sedih, itu bukan bercanda. Itu menyakiti.”
Batas Tipis Antara Bercanda dan Menyakiti
Pembina upacara mengingatkan bahwa luka yang paling menyakitkan seringkali bukan berasal dari kekerasan fisik, melainkan dari kata-kata. Ejekan, pemberian julukan (name-calling), hingga tawa yang merendahkan dapat meninggalkan trauma mendalam bagi korban.
Ironisnya, banyak korban perundungan memilih untuk bungkam—bukan karena mereka kuat atau tidak merasakan sakit, melainkan karena rasa takut dan perasaan terisolasi. Oleh karena itu, sekolah ditekankan harus berfungsi sebagai tempat yang aman untuk saling menguatkan, bukan tempat untuk saling menjatuhkan.
Langkah Nyata Melawan Bullying di Sekolah
Sebagai panduan bagi seluruh murid, pembina upacara merumuskan beberapa langkah konkret yang bisa diterapkan sehari-hari di lingkungan SMK Queen Zam Zam:

Menjadi Anak Hebat dengan Hati yang Baik
Menutup amanat upacara, seluruh warga sekolah diingatkan bahwa prestasi akademik bukanlah satu-satunya tolok ukur kehebatan seorang anak. Menjadi anak hebat juga harus dibarengi dengan kepemilikan hati yang baik, empati yang tinggi, serta kepedulian sosial.
Pihak sekolah mengajak seluruh murid SMK Queen Zam Zam untuk bersama-sama mendeklarasikan komitmen bersama: Stop bullying, hormati teman, dan jaga perasaan, demi menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kebaikan.