Menumbuhkan Kesadaran Kebersihan, SMK Queen Zam Zam Ajak Siswa Wujudkan Lingkungan Sekolah yang Bersih dan Nyaman

Pasrepan – Kebersihan lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Hal tersebut disampaikan oleh Ibu Nur Ismalasari, S.Si dalam amanat pada kegiatan apel pagi di SMK Queen Zam Zam. Dalam amanatnya, Bu Isma mengajak seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, mulai dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada pagi hari ini, Bu Isma tidak akan membicarakan hal yang berat. Bu Isma hanya ingin mengajak kita semua melihat ke bawah, ke halaman sekolah, teras sekolah, hingga kolong meja kelas kita sendiri,” tutur Bu Isma dalam amanatnya.

Menurutnya, kebersihan bukan semata-mata menjadi tugas petugas kebersihan, tetapi merupakan cerminan dari kedisiplinan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab setiap individu.

Pesan tersebut juga dikaitkan dengan prinsip yang sebelumnya telah dibahas bersama siswa kelas X TKR, yaitu “Berani Berbuat, Berani Bertanggung Jawab.” Prinsip tersebut dapat diterapkan dalam hal sederhana, seperti berani membeli makanan berarti berani membuang bungkusnya pada tempat yang telah disediakan, serta berani menggunakan ruang kelas berarti berani menjaga kebersihan dan kenyamanannya.

Bu Isma juga mengingatkan bahwa meskipun siswa telah memahami jenis-jenis sampah, seperti organik, anorganik, dan B3, pemahaman tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Masih ditemukannya bungkus minuman di lapangan maupun botol plastik di laci meja menjadi pengingat bahwa kesadaran menjaga kebersihan perlu terus ditanamkan.

“Sekolah sudah menyediakan berbagai fasilitas kebersihan dan jadwal piket kelas. Tinggal satu yang belum, yaitu kesadaran dari dalam diri,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bu Isma menyampaikan tiga hal sederhana yang perlu menjadi perhatian seluruh siswa:

Pertama, menjaga kebersihan diri. Siswa diingatkan untuk menjaga kebersihan kuku, kerapian seragam, kebersihan sepatu, serta menjaga penampilan agar tetap rapi dan bersih.

Kedua, menjaga kebersihan kelas. Kelas merupakan rumah kedua bagi siswa. Lingkungan kelas yang bersih dan nyaman akan mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih baik.

Ketiga, menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Seluruh siswa diajak untuk tidak menunggu perintah ketika melihat sampah. Jika menemukan sampah di sekitar, hendaknya segera dipungut dan dibuang pada tempatnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan kecil. Satu sampah yang dipungut hari ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bersama.

Melalui amanat tersebut, diharapkan seluruh keluarga besar SMK Queen Zam Zam, baik guru, tenaga kependidikan, maupun siswa, dapat semakin meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan sehingga tercipta lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan kondusif untuk belajar.

“Kebersihan adalah sebagian dari iman.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *